Dinar Fairuz

Jenis Koordinat dalam Sistem Pemetaan Geospasial

Jenis Koordinat dalam Sistem Pemetaan Geospasial (FI)

Mungkin kamu pernah melihat angka panjang seperti “6°12’45” LS, 106°49’30” BT” di peta atau aplikasi GPS dan bertanya-tanya: apa sebenarnya arti dari angka-angka itu?

Itulah bentuk koordinat, bahasa universal untuk menentukan posisi di permukaan bumi. Dalam dunia pemetaan dan survei geospasial, memahami jenis koordinat adalah hal mendasar agar data lokasi bisa digunakan secara akurat.

Artikel ini akan membimbing kamu mengenal jenis-jenis koordinat yang umum digunakan dalam sistem pemetaan modern, bagaimana fungsinya, dan kapan masing-masing digunakan.

Apa Itu Koordinat dan Mengapa Penting dalam Pemetaan?

Koordinat adalah sistem angka yang digunakan untuk menunjukkan posisi suatu titik di permukaan bumi. Tanpa sistem koordinat, kita tidak akan bisa menentukan lokasi dengan presisi.

Baik itu untuk proyek konstruksi, pemetaan wilayah, navigasi laut, atau analisis citra satelit — semua bergantung pada sistem koordinat yang tepat.

Menurut National Geospatial-Intelligence Agency (NGA), sistem koordinat adalah dasar bagi semua peta digital dan perangkat GPS. Kesalahan kecil dalam memahami atau mengonversi sistem koordinat dapat berujung pada perbedaan posisi yang signifikan di lapangan, bahkan hingga puluhan meter.

Jenis Koordinat dalam Sistem Geospasial

Dalam praktik pemetaan, terdapat beberapa jenis koordinat yang umum digunakan. Masing-masing memiliki fungsi dan format berbeda, tergantung pada kebutuhan pengguna dan jenis peta yang dibuat.

Jenis KoordinatDeskripsi SingkatContoh FormatKegunaan Umum
Koordinat GeografisMenunjukkan posisi berdasarkan lintang (latitude) dan bujur (longitude).6°12’45” LS, 106°49’30” BTPeta dunia, navigasi GPS
Koordinat UTM (Universal Transverse Mercator)Menggunakan sistem grid dalam meter dengan zona tertentu di permukaan bumi.Zona 48S, X=701234m, Y=9234567mPemetaan teknik, survei lapangan
Koordinat Cartesian (X, Y, Z)Sistem tiga dimensi yang merepresentasikan posisi relatif dalam satu bidang.X=250, Y=400, Z=50Model 3D, BIM, pemodelan topografi
Koordinat LokalTitik acuan disesuaikan dengan area proyek atau wilayah terbatas.Titik 0,0 pada titik awal proyekPemetaan konstruksi lokal

1. Koordinat Geografis (Latitude dan Longitude)

Koordinat geografis adalah jenis koordinat paling dasar yang menggunakan lintang (latitude) untuk menentukan posisi utara–selatan dan bujur (longitude) untuk posisi timur–barat. Sistem ini berbentuk bola (sferis), cocok untuk peta global.

Sebagai contoh, Jakarta memiliki koordinat sekitar 6°12′ LS, 106°49′ BT. Semakin besar angka lintangnya, semakin jauh dari khatulistiwa; sedangkan angka bujur menunjukkan jarak dari meridian Greenwich.

Sistem ini digunakan oleh hampir semua perangkat GPS modern, termasuk total station modern seperti total station sokkia im 52.

2. Koordinat UTM (Universal Transverse Mercator)

Berbeda dari koordinat geografis yang berbentuk bola, koordinat UTM memproyeksikan bumi ke dalam bentuk bidang datar. Dunia dibagi menjadi 60 zona, masing-masing selebar 6 derajat bujur. Sistem ini menggunakan satuan meter, sehingga lebih mudah digunakan dalam pengukuran dan perhitungan teknik.

Contoh: Zona 48S (Jakarta) memiliki nilai X = 701234m dan Y = 9234567m.

UTM sangat populer untuk pekerjaan survei dan pemetaan teknik sipil, karena meminimalkan distorsi jarak di area terbatas. Bagi kamu yang bekerja dengan alat seperti total station atau GPS geodetik, sistem ini wajib dikuasai.

3. Koordinat Cartesian (X, Y, Z)

Koordinat Cartesian digunakan untuk merepresentasikan posisi dalam ruang tiga dimensi. Sumbu X dan Y menunjukkan posisi horizontal, sementara sumbu Z menunjukkan ketinggian.
Jenis koordinat ini banyak digunakan dalam:

  • Pembuatan model 3D topografi
  • Perencanaan proyek konstruksi
  • Analisis geoteknik dan desain rekayasa

Keuntungan sistem Cartesian adalah kemudahan dalam analisis matematis dan visualisasi spasial. Namun, sistem ini biasanya bersifat lokal, bukan global.

4. Koordinat Lokal (Local Coordinate System)

Sistem koordinat lokal ditentukan berdasarkan titik referensi buatan yang dibuat untuk proyek tertentu. Misalnya, titik 0,0 ditempatkan di sudut bangunan atau titik benchmark proyek.

Keunggulan sistem ini adalah fleksibilitas dan efisiensi di lapangan, namun kelemahannya adalah tidak bisa langsung dibandingkan dengan koordinat global tanpa transformasi.

Dalam pekerjaan rental sewa total station, sistem lokal sering digunakan untuk pengukuran jangka pendek, seperti leveling atau pengukuran batas lahan.

Transformasi Antar Jenis Koordinat

Dalam dunia pemetaan, sering kali kita perlu mengubah satu jenis koordinat ke jenis lainnya. Misalnya dari koordinat geografis (derajat) menjadi UTM (meter). Transformasi ini memerlukan rumus dan referensi datum seperti WGS84 atau ID74 untuk memastikan akurasi.

Diagram panah yang menunjukkan transformasi antar jenis koordinat_11zon

Software seperti ArcGIS, QGIS, atau AutoCAD Civil 3D biasanya sudah menyediakan fitur otomatis untuk konversi antar sistem koordinat ini.
Untuk pemetaan profesional, penting memahami datum dan sistem proyeksi yang digunakan agar tidak terjadi pergeseran data spasial.

Kesimpulan

Memahami berbagai jenis koordinat membantu kamu membaca, membuat, dan menganalisis peta dengan lebih presisi. Baik koordinat geografis untuk navigasi, UTM untuk survei lapangan, Cartesian untuk model 3D, maupun koordinat lokal untuk proyek terbatas—semuanya memiliki peran penting dalam dunia geospasial modern.

Kunci utamanya adalah konsistensi dan kesesuaian sistem koordinat yang digunakan dalam seluruh proses pemetaan.

Bagaimana Cara Menghubungi Kami?

📞 WA/Telp: +62 822-2026-6662 (Fairuz Daffa)
📩 Email: fairuzdaffa@dinargeo.co.id
📍 Alamat: Komplek Karyawan DKI RT 12/02 Blok P1 No. 22, Pd. Klp., Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13450

FAQ

Apa perbedaan utama antara koordinat geografis dan UTM?

Koordinat geografis menggunakan satuan derajat (lintang-bujur), sedangkan UTM menggunakan meter dalam sistem grid. UTM lebih akurat untuk pengukuran teknis di area kecil.

Apakah semua alat GPS menggunakan sistem koordinat yang sama?

Tidak selalu. Beberapa alat menggunakan WGS84 sebagai default, tetapi bisa diubah ke sistem lain seperti UTM atau koordinat lokal tergantung kebutuhan proyek.

Mengapa penting memahami jenis koordinat dalam survei lapangan?

Kesalahan sistem koordinat bisa menyebabkan perbedaan posisi di peta. Dengan memahami jenis koordinat, surveyor dapat menghindari kesalahan dan memastikan hasil pengukuran presisi.

Scroll to Top