
Mengapa Elevasi Tanah Itu Penting?
Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana jalan raya bisa tetap rata meskipun melewati perbukitan? Atau bagaimana fondasi rumah bisa berdiri kokoh di atas lahan miring? Jawabannya terletak pada pengukuran elevasi tanah. Elevasi bukan sekadar angka, melainkan fondasi dari banyak keputusan teknis di lapangan.
Bagi seorang surveyor, kontraktor, atau mahasiswa teknik sipil, kemampuan menghitung elevasi tanah secara tepat adalah keterampilan yang wajib dimiliki.
Kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat pada desain yang melenceng, banjir lokal, hingga bangunan yang tidak stabil. Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana cara menghitung elevasi tanah dengan mudah, akurat, dan sesuai standar profesional.
Apa Itu Elevasi Tanah?
Elevasi tanah adalah ketinggian suatu titik di permukaan bumi terhadap titik referensi tertentu, biasanya mean sea level (MSL) atau permukaan laut rata-rata. Data elevasi digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari pembangunan infrastruktur, perencanaan drainase, hingga pemetaan wilayah.

Dengan memahami elevasi, seorang perencana dapat memastikan aliran air berjalan lancar, bangunan berdiri kokoh, serta jalan dan jembatan tersambung tanpa perbedaan tinggi yang berbahaya.
Alat yang Digunakan untuk Menghitung Elevasi Tanah

Menghitung elevasi tanah membutuhkan ketelitian dan alat ukur yang sesuai. Berikut beberapa instrumen populer yang biasa digunakan:
Alat Survey | Fungsi Utama | Akurasi | Keterangan |
---|---|---|---|
Waterpass (Automatic Level) | Mengukur beda tinggi antar titik | ±2 mm/km | Cocok untuk proyek sederhana |
Theodolite | Mengukur sudut horizontal & vertikal | ±1” – 20” | Digunakan bersama rambu ukur |
Total Station CHCNav | Mengukur jarak, sudut, koordinat, dan elevasi sekaligus | ±2 mm + 2 ppm | Sangat efisien untuk proyek besar |
GPS Geodetik | Menentukan koordinat dan elevasi global | ±5–10 mm | Cocok untuk survei skala luas |
Sumber referensi tambahan: National Geodetic Survey sebagai lembaga otoritatif dalam standar pengukuran geospasial.
Prinsip Dasar Menghitung Elevasi Tanah
Secara umum, menghitung elevasi tanah dilakukan dengan membandingkan tinggi alat (HI) dengan bacaan pada rambu ukur. Rumus sederhananya adalah:
Elevasi Titik = Elevasi Referensi + Tinggi Alat – Bacaan Rambu
Contoh:
- Elevasi referensi (benchmark) = 100 m
- Tinggi alat (HI) = 1,5 m
- Bacaan rambu pada titik A = 1,2 m
Maka, elevasi titik A = 100 + 1,5 – 1,2 = 100,3 m
Dengan prinsip sederhana ini, surveyor dapat menghitung elevasi di berbagai titik secara sistematis.
Langkah-Langkah Cara Menghitung Elevasi Tanah

Agar lebih mudah dipahami, berikut panduan langkah demi langkah:
1. Menentukan Benchmark
Benchmark adalah titik dengan elevasi tetap yang dijadikan acuan. Titik ini biasanya berupa patok beton atau titik koordinat yang sudah diketahui.
2. Menyetel Alat Ukur
Pasang alat ukur (misalnya waterpass atau theodolite) di atas tripod. Pastikan posisi alat benar-benar level dengan menyetel waterpass.
3. Mengukur Tinggi Alat (HI)
Tinggi alat dihitung dari permukaan tanah tempat tripod berdiri hingga garis bidik teleskop. Catat nilai ini dengan teliti.
4. Membaca Rambu pada Benchmark
Arahkan teleskop ke rambu yang diletakkan di atas benchmark. Bacaan ini disebut back sight (BS).
5. Membaca Rambu pada Titik yang Diukur
Pindahkan bidikan ke rambu yang diletakkan pada titik baru. Bacaan ini disebut fore sight (FS).
6. Hitung Elevasi
Gunakan rumus dasar untuk menghitung elevasi titik yang baru. Ulangi langkah ini untuk titik-titik berikutnya.
Studi Kasus Sederhana

Misalkan proyek pembangunan jalan memerlukan data elevasi. Benchmark berada pada elevasi 50 m. Surveyor memasang waterpass dengan tinggi alat 1,5 m. Bacaan pada benchmark (BS) adalah 1,2 m, sementara bacaan pada titik A (FS) adalah 1,8 m.
Perhitungan:
- Tinggi alat = 50 + 1,2 = 51,2 m
- Elevasi titik A = 51,2 – 1,8 = 49,4 m
Dengan metode ini, surveyor dapat memetakan kontur jalan secara bertahap.
Metode Modern dengan Total Station
Metode manual semakin digantikan dengan alat canggih seperti Total Station CHCNav. Alat ini menggabungkan fungsi theodolite, EDM (Electronic Distance Measurement), dan mikroprosesor.
Hasilnya, elevasi tanah dapat dihitung secara otomatis dengan akurasi tinggi. Data bahkan bisa langsung diunduh ke komputer untuk dibuat Digital Elevation Model (DEM). Metode ini sangat cocok untuk proyek skala besar seperti bendungan, jembatan, atau kawasan industri.
Tips Menghindari Kesalahan dalam Menghitung Elevasi
- Pastikan alat terkalibrasi sebelum digunakan.
- Gunakan tripod yang kokoh agar alat tidak bergeser.
- Catat data secara rapi, hindari coretan yang membingungkan.
- Lakukan pengecekan silang (cross-check) dengan titik referensi kedua bila memungkinkan.
- Hindari pengukuran saat kondisi cuaca ekstrem, seperti angin kencang atau hujan lebat.
Aplikasi Data Elevasi dalam Kehidupan Nyata
- Konstruksi Jalan: memastikan kelandaian sesuai standar keselamatan.
- Drainase & Irigasi: menentukan arah aliran air.
- Pemetaan Wilayah: membuat kontur topografi untuk analisis tata ruang.
- Geoteknik & Tambang: memantau stabilitas lereng dan galian.
- Pertanian: mengatur sistem terasering di lahan miring.
Ringkasan Tabel
Tahap | Deskripsi |
---|---|
Benchmark | Titik acuan dengan elevasi diketahui |
Setup Alat | Memasang dan menyetel posisi waterpass/theodolite |
Back Sight | Bacaan rambu pada benchmark |
Fore Sight | Bacaan rambu pada titik baru |
Perhitungan | Elevasi = Elevasi Referensi + Tinggi Alat – Bacaan FS |
Kesimpulan
Menguasai cara menghitung elevasi tanah adalah keterampilan fundamental dalam dunia konstruksi dan survei. Dengan pemahaman yang baik, alat yang tepat, serta perhitungan yang akurat, setiap proyek dapat berjalan lebih efisien, aman, dan sesuai standar. Baik menggunakan metode manual dengan waterpass maupun digital dengan Total Station, hasil yang diperoleh akan sangat berpengaruh pada kualitas pekerjaan di lapangan.
Bagaimana Cara Menghubungi Kami?
📞 WA/Telp: +62 822-2026-6662 (Fairuz Daffa)
📩 Email: fairuzdaffa@dinargeo.co.id
📍 Alamat: Komplek Karyawan DKI RT 12/02 Blok P1 No. 22, Pd. Klp., Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13450
FAQ
Apa itu elevasi tanah?
Elevasi tanah adalah ketinggian suatu titik di permukaan bumi terhadap referensi tertentu, biasanya permukaan laut rata-rata.
Alat apa yang paling akurat untuk menghitung elevasi?
Untuk kebutuhan presisi tinggi, Total Station dan GPS Geodetik adalah pilihan terbaik.
Mengapa elevasi penting dalam proyek konstruksi?
Karena elevasi menentukan stabilitas bangunan, arah aliran air, serta kualitas desain infrastruktur.
Bisakah elevasi dihitung tanpa alat survey?
Bisa menggunakan data peta topografi atau aplikasi GPS, tetapi akurasinya jauh lebih rendah dibanding alat survey profesional.
Apakah Dinar Geoinstrument menyediakan alat survey?
Ya, Dinar Geoinstrument menyediakan berbagai instrumen, termasuk Total Station CHCNav, theodolite, dan perlengkapan survey lain dengan layanan purna jual terpercaya.